Kebanggaan Anggota Mapala Menjadi Tim Relawan Muhammadiyah

 

Jakarta -  Banjir yang melanda Jakarta sejak (18/1) membuat aktifitas bisnis, pemerintahan di Ibu Kota Republik Indonesia ini lumpuh. Akses jalan menuju kampung-kampung, jalan-jalan protokol habis terendam banjir. Sebagian warga ibu kota banyak yang terisolir akibat banjir besar Jakarta yang siklusnya lima tahunan ini.

Peran Tim SAR dalam mengevakuasi warga dan membantu tim medis dalam memberi pelayanan medis kepada warga di pengungsian sangatlah penting. Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dikirimkan MDMC ke Jakarta  (21/1) untuk membantu Tim SAR Muhammadiyah Jawa Tegah dan Mapala UM Jakarta yang sudah bertugas sebelumnya.

Mapala UMY dan UAD ini membawa peralatan rescue lengkap, khususnya perahu karet, genset, dll.  Tim Mapala UMY dan UAD yang beranggotakan masing-masing 10 orang ini. Langsung membagi menjadi tim kecil yang secara bergiliran membantu warga dan tim medis dalam hal evakuasi dari tempat yang kering melewati banjir ke tempat yang kering lainnya. Titik pertama yang mereka datangi adalah di titik Posko Pluit Jakarta Utara.

Selain itu mereka, diperbantukan juga menemani tim medis RS PKU Gombong di Cengkareng Barat, untuk mengatur warga di pengungsian serta mendistribusikan obat-obatan.

 “Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan MDMC dan Lazismu, serta teman-teman dari Madapala UAD, kami selalu siap apabila kami dibutuhkan untuk penanggulangan bencana ini” kata Muhammad Agus Zazali, Kordinator Mapala UMY.

Mapala UMY dan UAD mulai bertugas di Jakarta sejak tanggal (21/1 hingga 27/1). “Alhamdulillah keberadaan kami di sini bermanfaat, tidak kurang sesuatu apapun, dan setelah ini kami harus kembali pulang. Mudah-mudahan Jakarta tetap aman.” Tutup Singgih Lestyo A, Kordinator Madapala UAD.  (Dzar)