| Tim Children Centre Muhammadiyah buka kegiatan Psikososial bagi korban gempa Tasik. |
|
|
|
| Written by Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Friday, 11 September 2009 09:31 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Singaparna - Gempa jabar yang telah terjadi sepekan lalu masih menimbulkan kerusakan dan kerugian material maupun moril yang tak terkira. Hasil asesment dan pendataan yang sudah dilakukan oleh Tim relawan Pusat Kegiatan Anak Muhammadiyah (PKAM ) ex program People Kampong Organized (PKO) Gempa Jogja-Jateng yang dilakukan selama 2 hari dilokasi bencana gempa tasik (08/09/09),
menentukan 3 lokasi titik pendampingan untuk kegiatan Psikososial anak, yaitu : 1. Kampung Parawan Desa Lengkong Jaya Kec Cigalontang Yang melatar belakangi ditentukannya 3 lokasi tersebut seperti kampung Parawan desa lengkong jaya kec Cigalontang merupakan wilayah yang terkena bencana dimana masyarakat Muhammadiyah paling dominan diwilayah tersebut serta ditempat tersebut telah didirikan posko Muhammadiyah yang berada di lokasi bencana. Wilayah Cigalontang merupakan wilyah kecamatan terbesar di kabupaten Tasikmalaya yaitu meliputi 16 desa dengan kondisi wilayah yang berbukit bukit jalan yang rusak menjadikan medan sulit ditempuh sehingga menyebabkan beberapa desa yang mengalami rusak parah yang berada diwilayah yang sulit dijangkau tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun tim tim relawan yang ada, sebagai contoh kampung Babakan desa Puspa jaya Kec Cigalontang, namun Muhammadiyah berhasil menembus daerah tersebut dengan mendatangkan Bpk Din Syamsudin dan selanjutnya oleh tim relawan Muhammadiyah ditindaklanjuti dijadikan daerah pendampingan. Kampung Bebedahan desa Serang Kec Salawu merupakan Jalur patahan sungai sehingga kerusakan yang ditimbulkan lumayan parah, banyak rumah yang tidak bisa ditempati dan hingga saat ini masyarakat banyak yang tinggal ditenda. Jumlah anak di kampung ini cukup lumayan banyak dan sangat membutuhkan penanganan lebih lanjut karena kondisi lingkungan yang kurang memadai untuk anak baik dari sisi kesehatan, pendidikan dan perlindungan. Data anak sementara yang kami dapatkan di 3 lokasi tersebut adalah
Tim psikososial sudah terbentuk untuk 3 titik tersebut, dengan jumlah personel 30 orang masing masing terbagi dalam kelompok yang tiap kelompoknya terdiri 10 orang, dengan sistem kerja kunjungan yang dilakukan secara periodik dan terjadwal kemasing masing wilayah dampingan. Tanggapan masyarakat terhadap kegiatan psikososial disetiap titik lokasi sangat antusias dan membuat kewalahan temen temen relawan (rame banget jadi tontonan hiburan masyarakat tiap sorenya). Orang orang yang terlibat di tim psikososial ini terdiri dari mahasiswa STAIM (Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah) Tasikmalaya, Aktivis psikologi, kelompok guru PAUD sahara, mahasiswa STIKES Muhammadiyah dan didukung oleh aktivis PKAM. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut dibutuhkan peralatan dan dukungan dana operasional yang tidak sedikit, adapun kebutuhan tersebut dikelompokkan menjadi dua Kebutuhan tim psikososial yaitu: Kebutuhan program untuk keberlangsungan kegiatan trauma healing untuk anak-anak ini antara lain : Sedangkan menurut Setyadi untuk mendukung Kebutuhan Relawan agar kegiatan ini bisa optimal antara lain : Demikian yang sudah dilakukan Relawan PKAM ex PKO jogja bersama temen temen relawan Muhammadiyah kabupaten Tasikmalaya. Harapan mereka program ini bisa berjalan dan bermanfaat buat masyarakat dan PDM Kabupaten Tasikmalaya yang mau lahir Tidak lupa mereka juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Budi Setiawan yang telah memberikan dukungan agar hal ini bisa terselenggara, semoga Allah swt berkenan memberikan balasan yang lebih baik. (rori) |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated ( Saturday, 12 September 2009 08:42 ) | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||






STIKES












